Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Yang Kubiarkan Tumpah di Antara Kata

Gambar
Awalnya aku nulis cuma karena gelisah. Nggak ada niat jadi writer, nggak ada rencana buat ngejar profesi content writer atau copywriter. Aku cuma pengin nulis apa yang ada di kepala, karena jujur, terlalu banyak yang muter-muter dan nggak tahu harus kemana. Blogspot jadi pelampiasan paling sunyi yang aku punya. Nggak ada promosi, nggak ada pembaca tetap. Kadang aku aja lupa isi tulisan aku sendiri apa. Tapi tetap aja, tangan ini terus ngetik, seolah tubuhku pengin bilang sesuatu yang otakku belum sempat pahami. Lalu pelan-pelan, aku mulai mikir: "Apa iya tulisan ini cuma buat aku sendiri?" Aku mulai buka Kompasiana. Coba nulis yang agak lebih ‘serius’. Tapi tetap, aku nggak pernah yakin. Ngerasa belum cukup. Ngerasa terlalu biasa. Ngerasa, siapa juga yang mau baca curhatan kayak gini? Padahal di saat yang sama, aku mulai lihat banyak orang yang bisa dapat penghasilan dari nulis. Dari freelance. Dari konten. Dari script. Dan itu bikin aku mikir: “Aku bisa gak ya? Layak gak ya ...

Laki-Laki dan Ilusi Tentang ‘Dicintai’

Gambar
  Mereka ingin dicintai, disayang, dimengerti, dimaklumi, bahkan ketika kelakuannya tidak layak mendapat semua itu. Mereka mengira cinta itu hak, bukan sesuatu yang perlu diupayakan. Mereka hidup dalam ilusi bahwa cukup jadi laki-laki saja sudah pantas dicintai. Padahal, bukan cinta yang kurang. Tapi mereka yang terlalu penuh oleh dirinya sendiri, sampai lupa bagaimana caranya mencintai balik. Banyak yang bilang, cinta itu indah. Tapi entah mengapa, ketika melihat realitas yang ada, cinta justru terlihat seperti jebakan, terutama bagi perempuan. Hubungan yang seharusnya memberikan rasa nyaman dan saling dukung, justru seringkali menjadi beban yang melelahkan secara emosional. Dan sayangnya, sebagian besar beban itu datang dari satu kata: laki-laki. Laki-laki menjadi sumber dari berbagai keresahan yang diam-diam dipikul banyak perempuan. Mulai dari sikap cuek, menghilang tanpa kabar, menggantungkan perasaan, hingga trauma masa lalu yang tak pernah benar-benar selesai namun tetap dip...